Tampilkan postingan dengan label FRIENDSHIP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FRIENDSHIP. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Februari 2011

Bibi versus Satpam?

Posted by atinawinasti at 04.53 4 comments
4 Februari 2010, yang tepat jatuh pada hari ini. Lalu ada apa? Pastinya gue punya satu cerita yang akhirnya yang menginspirasi gue untuk ngeposting lagi. Apa itu? Emmm.... Baca dulu aja yaaaa...

Tadi pagi pas gue, Dedew, dan si Bibi (Audi) lagi di depan ruang 4.02 dan duduk di meja sambil nyari wi-fi, si Bibi bilang gini sambil megang hapenya "hahaha ada satpam yang add gue di FB!"
Gue dan Dedew : "ha? iya? mau liaaaaattt!!" (nada penasaran dan muka jail mau ngatain)
Bibi : "bentar-bentar"

Gak lama kemudian "nih" si Bibi ngasih hapenya ke gue dan Dedew. Refleks gue langsung ngakak pas ngeliat profpictnya (padahal belum gue klik fotonya untuk memperjelas gambarnya).

Gue : "bi, gue liat fotonya ya"
Bibi : "eh jangan, gue gak pake wi-fi"
Gue dan Dedew : "ah bodo amat" (ketawa jail)

And what I see??

FOTO INI!! Hahahaha gimana gue sama Dedew gak jadi ngakak pagi-pagi?

Gue : "anjrit sama satpam Bank Mandiri yang kemaren mah masih gantengan tuh satpam Bang Mandiri lah"
Bibi : "yah kalo dia yang add gue mah langsung gue confirm juga kali tanpa mikir-mikir"

Ngakak. Tambah ngatain si Bibi dan bilang ke Dheska dan yang lain kalo si Bibi di add sama satpam.

Gue : "gila ya, berarti Tuhan lo emang setuju buat kita ngatain lo. Buktinya selalu aja ada bukti ataupun sesuatu yang bisa buat bahan ngatain elo hahaha. Pantes banget lo jadi Bibi, buktinya satpam komplek sampe add FB lo" (ketawa terbahak-bahak)
Bibi : "sialan"

*) For Fun. LOL.

Senin, 10 Januari 2011

Foster Brother

Posted by atinawinasti at 06.02 4 comments

Satu cerita lagi dari seseorang yang memiliki etnis Betawi. Haha ada apa dengan postingan kali ini? Oke, gue mulai postingan kali ini dengan memperkenalkan siapa yang akan menjadi pemeran utama dalam postingan gue ini.


Goffari Maulana, atau yang akrab dengan sebutan Fahri. Dia adalah seorang pria yang masih dalam satu etnis yang sama dengan si Jupe, etnis betawi. Awalnya gue dengan si Fahri ini hanya berkenalan lewat facebook, yang berlanjut ke msn, dan akhirnya gue smsan sama dia. Eh tapi ternyata dia tetangganya si Jupe (secara gak langsung) . Perkenalan singkat itu akhirnya menjadikan gue abang adek dengan Si Fahri ini.



Cerita hingga curhat, minta tolong, ini-itu, dan lainnya sering si abang Fahri ini lakukan ke adeknya (gue). Santai, selow, biasa aja, tidak merasa di peralat. Karena gue pun sering meminta imbalan sama dia, dengan cara memeras dia untuk nraktir gue.

10.01.2011, pemerasan itu gue lakukan. Yah secara udah nunggak berapa bulan semenjak dia jadian dengan dua mantannya yang dulu. Gue minta di beliin sate padang deket mercu. Awalnya gue mohon banget biar sate padangnya di anter kerumahnya si Jupe, kan gak jauh juga dari mercu dan warnetnya dengan alesan 'gue lagi dapet bang, sakit perut'. Tapi dia gakmau, dan minta buat disamperin ke warnetnya. Oke, akhirnya gue nurut, nyamperin dia ke warnet. Keluarlah dia dari sangkar hijaunya (warnet si bang Fahri) dan jalan ke arah sate padang.

Fahri : satu kan?
Gue : ih enak aja, dua kan tadi gue bilangnya.

Akhirnya si Jupe yang mesen ke abangnya. Gue, dheska dan si Jupe ngejagain si Fahri biar gak kabur. Maklumlah soalnya gue bertiga gak bawa duit sepeser pun karena udah niat dan yakin banget bakal di traktir.

Alhasil... Gue, Jupe dan dheska berhasil membawa pulang dua porsi sate padang 

sate padang hasil pemerasan lol

 si Jupe dan dheskampret adalah makhluk-makhluk yang ikut merasakan jerih payah gue lol

Dan pas makan, dheska komentar :
'sate padang kok kecil-kecil banget ya mentang-mentang yang jualan orang padang, pelit'

Yah, walaupun yang namanya sate padang itu kecil-kecil, tapi yang namanya di traktir tetep bikin kenyang banget dan buat kita seneng banget loh bang makannya haha.

Thanks  banget ya bang....... Tumben banget loh lo baik dan royal banget, biasanyakan pelit hehe. Ku tunggu traktiran selanjutnya lol

Sabtu, 01 Januari 2011

unique or weird or defective?

Posted by atinawinasti at 13.55 0 comments
Claudia Rossalia, dengan nama panggilan Audi. Nama yang cukup bagus untuk seorang anak Betawi seperti dia. Haha dia adalah teman sekelas gue yang udah gue kenal sejak awal masuk SMA. Namun apa yang akan menjadi cerita gue kali ini? Lihat foto ini!!


Miripkah dia dengan JULIA PEREZ??? Si artis fenomenal dengan gayanya yang selalu HOT. 

Karena kemiripan si Audi ini dengan si JULIA PEREZ, gue dan teman-teman yang lain manggil dia dengan sebutan JUPE. Haha sepertinya itu panggilan yang sangat tepat buat dia, yah liat aja  dagunya dia yang mirip JUPE. Tapi asal kalian tau ya, kalo panggilan JUPE itu bukanlah satu-satunya panggilan yang ditunjukan buat dia. Mau tau panggilan lainnya?

  • Cemong; mungkin karena mukanya yang cemang-cemong makanya dia akhirnya di panggil CEMONG.
  • Cepodh; karena ada di salah satu fotonya yang gayanya kayak CEPOT.
  • Neng Kumis; panggilan yang diberikan tukang ojek deket SMPnya dulu, itu karena dia punya kumis yang tebal.
  • Julu; karena dia JUPE yang BERBULU dan gue suka banget elus2 bulu kakinya.
  • Biduan Dangdut; mungkin karena dia seperti biduan dangdut.
  • Leha; karena dia orang betawi asli, makanya pas banget kan kalo dia di panggil LEHA.
  • Bibi Leha; karena dia doyan banget beres2 rumah kalo lagi ngumpul haha.

satu foto yang buat dia di panggil cepodh

menjajakan diri layaknya seorang JA*LAY

Hasil sablonannya yang sangat di banggakan

#No Comment

ini adalah kata andalannya yang buat gue mual


panggilan baruuuu di 2011 haha


proper name of the contact lol


Tapi, dari semua kegilaan, kenorakan, kekampungan, kealayannya, dll, Claudia Rossalia adalah seorang anak Betawi asli yang sangat menyukai bunga mawar dan hujan (katanya, padahal menurut gue gak cocok ya kalo di liat dari mukanya lol) yang sangat menyenangkan untuk dijadikan sebagai teman dekat, yang rumahnya sering dijadikan tempat singgah temannya. Yaaaa, walaupun dia memang 'sedikit' pelit sih. 


Overall, you're still good friend

Kamis, 09 Desember 2010

Maybe this

Posted by atinawinasti at 17.26 0 comments
Mungkin ini adalah perasaan yang benar-benar lagi gue rasain. Perasaan yang tak keruan. Perasaan yang tak jelas arah dan apa yang harus dilakukan. Dan mungkin inilah ungkapan yang sebenarnya ingin gue ucapkan di depan kalian :)


Maaf, kalau begini...
Maaf kalau gue menjadi diam...
Maaf kalau gue terkesan menjauh..
Maaf kalau gue terlihat tidak bersahabat...
Maaf kalau gue tidak menyenangkan saat membalas pesan singkat...
Maaf kalau gue terkesan jutek saat melakukan obrolan...
Maaf dan maaf banget kalau gue tidak seperti dulu...


Semua kata maaf terucap dari hati gue. Dan gue ingin berteriak kalau 'GUE GAKMAU KAYAK GINI!! GUE CAPEK!!' Tapi kalian ternyata sudah berubah, bukan kalian yang dulu, bukan kalian yang biasa yang natural dalam pertemenan. Kalian sudah merubah cara kalian berteman dan berpenampilan. Oke, masalah berpenampilan gue emang gak punya hak. Tapi tolong, kalian jangan sampai ikut merubah cara berteman kalian layaknya kalian merubah penampilan kalian. GUE INGIN KALIAN YANG DULU!! Semoga kalian tau apa yang sedang gue rasakan :) 




for now, I just need silence (K)

Rabu, 08 Desember 2010

Do real friends?

Posted by atinawinasti at 18.37 0 comments
Masa SMP, tepat pada kelas 8 dan 9.
Berteman dengan banyak teman. Teman satu kelas tepatnya. Kelas 8.4 atau yang sering disebut dengan GALPAT. Kompak? Kelasnya memang kompak. Asik? Asik bangeeeett. Anak-anaknya bersahabat? Oh yes, of course. Terus apa yang jadi masalah? Wait, we continue the story first.


Pertemanan dengan beberapa teman dekat di kelas GALPAT memang sangat menyenangkan. Sebut saja inisial namanya; O, A, dan N. Mereka melakukan pertemanan dengan sangat baik. Sangat baik terhadap gue. Gue seorang anak biasa jika di bandingkan dengan mereka. Mereka tidak melakukan perbedaan diantara pertemanan ini. Antara gue dan mereka pun juga biasa saja, layaknya sebuah pertemanan yang murni. Perjalanan pertemanan pun berlanjut sampai di kelas 9, dan kami tidak sekelas lagi. Dalam tahun ini pertemanan kami masih sama saja, tidak membedakan, saling membantu dan sangat menyenangkan. Dan kami pun sering mengatakan 'jangan saling ngelupain kalo udah lulus nanti, dan yang pasti sering ketemu dan jangan sampe loose contacs' . Oke itu adalah kalimat yang sangat gue pegang teguh dalam pertemanan. Namun, hal yang tidak gue harapkan pun terjadi. Saat kami sudah memulai aktivitas baru sebagai anak SMA dan mendapatkan teman baru. Kebetulan gue dengan A mendapatkan sekolah yang sama. 


     ~~~~~~Mempersingkat Cerita~~~~~~ 


Gue dengan si A masih melakukan pertemanan dengan baik pada semester awal, namun tidak begitu dengan semester-semester berikutnya. Dia terlihat sangat tidak menganggap gue. Gue yang dahulu merupakan teman dekatnya. Teman yang sangat dekat. Setiap bertemu (saat ini) dia tidak pernah menyapa, yah jangankan menyapa, menolehkan muka saja tidak walaupun bersebelahan. Sakit hati? Hah biasa saja. Kenapa? Gue gak punya banyak waktu untuk meladeni teman yang bukan teman! Biarkan dia dengan dunia dan teman barunya. Teman yang mungkin lebih menyenangkan dan lebih 'gaya' jika di bandingkan dengan gue.


Lalu, bagaimana dengan si O dan N?


Dengan O, gue benar-benar sudah loose contacs. Namun pada kesempatan terakhir, gue bertemu dengan dia dengan penampilannya yang baru yang sangat menunjang karirnya sebagai anak gaul. Lagi-lagi gue tidak peduli akan hal itu. Terserah tepatnya.


Nah, kalau dengan si N? Hemmm....cukup baik pertemanan gue dengan dia saat ini. Gue dengan dia masih menjalin komunikasi yang baik. Dia memiliki jati diri. Jati diri? Ya, jati diri. Karena dia tetap menjadi dia yang dulu tanpa adanya perubahan yang kontras seperti yang lainnya. 


Dengan begini, gue baru menyadari akan artinya sebuah ucapan dan janji. Bahwa alahkah baiknya jika kita menahan ucapan atau janji kita untuk lebih mengutamakan realisasinya ketimbang omong kosong belaka.

Selasa, 07 Desember 2010

Some Work from Mia Amalina

Posted by atinawinasti at 22.59 0 comments

Air Mata Tanpa Arti

Jika begini,
Tak peduli tertawa atau menangis
Kata-kata menjadi omong kosong belaka
Mencari kenagan indah yang tenggelam di antara gurauan semu
Dan tersesat di antara duniamu dan aku
Nyatanya kita memilih untuk diam dan menjadi pendengar  yang bisu
Itu tak penting; kita sama!
Berada diketerpurukan hati dan ketakutan yang selalu menyeruak keluar
Kau pasti mencoba untuk berkata-kata, untuk apa?
Ingatlah, bahwa aku adalah pendengar yang bisu!
Aku takkan mengeluarkan sepatah katapun
Aku ingin menangis
Untuk apa?
Kau?
Kau yang tak percaya air mata?
Kau yang menganggap air mata adalah kebohongan?
Lagipula jika air mata itu menetes, pastinya itu tiada arti untukmu
Sudah cukup segalanya hancur hanya karena aku memikirkan kau
Kau yang tak pernah mengerti aku
Kau yang tak pernah merasakan menjadi orang yang mencinta dan di buang begitu saja
Layaknya sampah yang di injak-injak tanpa belas kasihan
Dan ini adalah sebuah puisi dari orang yang teraniaya,
Karena aku terlalu mencintai orang yang salah

Dan ini adalah buku yang berhasil dia terbitkan pada Oktober 2009 oleh penerbit Gagas Media yang dia tulis bersama alumni CCW 2008 



salute to Mia Amalina Husna      

My Old Friend

Posted by atinawinasti at 22.41 0 comments
Ingat ketika masa SMP yang tak terlupakan tentang dia. Dia teman lamaku yang menjadi teman baikku.
Ingat saat aku dan dia pernah bertengkar hebat karena masalah yang sangat sepele dan karena salah paham.
Ingat saat aku dan dia sering mengirimkan pesan dan memberikan puisi satu sama lain yang akhirnya dia ketik dan dia print dan memberikannya padaku.
Ingat saat aku dan dia saling menghubungi via telfon rumah untuk menceritakan sesuatu dan membuat sebuah skenario untuk kejadian tertentu yang akan terjadi maupun yang tidak akan terjadi.
Ingat saat aku dan dia banyak yang mengatakan bahwa aku mirip dengan dia dan dimana ada dia pasti ada aku.
Dan aku sangat ingat ketika dia memberikan kejutan ulang tahunku yang ke-15 dengan memberikan aku cheese cake di ruang kelasnya ketika bel pulang berdering.


Kenangan manis yang tertata rapih di memoriku ini memang tidak akan pernah terlupakan. Dia yang selalu ada buat aku, dan aku yang selalu buat dia telah membuat kami menjadi satu. Satu sahabat yang aku inginkan tidak pernah putus. Banyak sekali karya-karyanya yang masih aku simpan hingga kini. Sebuah karya puisi yang indah yang sulit untuk aku ikuti.


Dia sahabat aku. Aku sayang dia. Aku gakmau dia jauh dari aku. Aku gakmau dia lupa sama aku. Itu adalah kalimat-kalimat yang selalu aku ucapkan jika dia sedang tidak ada kabar. Aku meyakini bahwa walaupun dia lupa sama aku, tapi aku tidak akan pernah lupa sama dia dan suatu saat nanti dia akan kembali pada aku. Inilah yang menjadikan aku selalu menjaga komunikasi aku dengan dia.


Melihat foto-foto ini telah membuat aku menajamkan kembali kenangan bersama Mia Amalina Husna semasa SMP :)

surprise birthday, when I was 15th birthday

from left to right (icha, aku, dan mia)
 

THE OTHER SIDE Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review