Tampilkan postingan dengan label Another distinct. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Another distinct. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Februari 2011

It's Different?

Posted by atinawinasti at 23.01 0 comments
Sahabat. Oke sahabat. Lalu kalian akan menjawab apa kalau ditanya tentang sahabat?



Apa kalian akan menjawab "lama berteman, teman yang benar-benar baik, mengerti kita, rela berkorban, selalu ada buat kita" atau ada jawaban yang lain?

Dan apa jawaban kalian kalau ditanya tentang teman? "yaaaa.... hanya teman, teman ngobrol, teman belajar, teman becanda" atau ada yang akan menjawab "cuman temen main disekolah atau rumah"

Kalau begitu, bisa dong kalau gue bilang "berarti lo dalam berteman gak setulus dalam bersahabat dong?". Bener gak sih anggapan gue? Apa ada pendapat lain? Bantahan mungkin?

Lalu gue akan bertanya lagi "apa tolak ukur antara teman dan sahabat? Apa mungkin dari kebaikannya? Ketersediannya untuk kita?" . Nah kalau kalian akan menjawab 'Ya', apa yang akan menjadi perbedaannya antara teman dan sahabat?


Kamis, 03 Februari 2011

Between Women and Mirror

Posted by atinawinasti at 00.13 0 comments
Terinspirasi saat gue dan temen-temen gue berada di toilet sekolah setelah pulang sekolah maupun saat jam istirahat berlangsung. Setiap saat gue masuk ke toilet bersama temen2 gue dan berhadapan dengan cermin, selalu ada komentar2 mengenai penampilan mereka. Nah inilah yang akan menjadi postingan gue.

Waktu gue keluar dari toilet (selesai buang air kecil), gue mendengar celotehan dari temen2 gue sambil berkaca dan membenarkan rambutnya, mereka berkata 'eh rambut gue kalo dipotong pendek bagus enggak ya?'

Mungkin untuk sebagian dari para lelaki banyak yang bertanya2, sebenernya apasih yang cewe2 lakukan saat di toilet? Kok lama banget dibanding cowo?

Satu. Cewe itu pada dasarnya suka yang namanya bercermin.
Dua. Cewe selalu memperhatikan penampilannya, makanya cewe suka bercermin.
Tiga. Kebanyakan cewe selalu meminta pendapat atau selalu bertanya kepada diri sendiri. Seperti 'gue cantik gak sih?' atau 'gue oke gak sih kalo bernampilan gini?'
Empat. Cewe itu selalu ingin berpenampilan sempurna, makanya mereka selalu ke toilet walaupun hanya sekedar untuk memeriksa make-up nya, merapihkan rambutnya ataupun hanya sekedar untuk menyemprotkan parfumnya agar selalu tercium wangi.
Lima. Cewe itu sangat tidak suka dengan aksen jerawat di mukanya, makanya mereka selalu berkomentar 'aduuuhh jerawat gue nih gak enak banget, ngeganggu'.

Itulah beberapa fakta yang gue dapatkan saat gue ke toilet sama temen2 gue. Yah,terkadang gue sering berpikir


kenapa cewe terlahirkan dengan karakter yang terkesan 'centil'  dan terlalu memperhatikan penampilan? Hmm... apa mungkin karakter ini juga dipengaruhi oleh para lelaki yang selalu menuntut ini itu dari para wanita??

Padahal kalo diliat dari sisi lain, banyak loh kerugian2 yang bisa ditimbulkan dari karakter cewe yang telalu memperhatikan penampilan. Salah satunya adalah mereka akan selalu bercermin disetiap benda yang dapat memperlihatkan bayangan wajahnya maupun seluruh tubuhnya. Ya, dengan kata lain mereka menjadi manusia2 yang tidak percaya diri akan penampilannya sendiri.


Sabtu, 01 Januari 2011

Dibalik Panggung

Posted by atinawinasti at 14.00 0 comments
Hingar bingar pesta pergantian tahun di setiap taunnya, telah menjadi tradisi dari tahun ketahun di seluruh belahan dunia. Pesta kembang api, berkumpul bersama teman ataupun saudara, mengadakan acara bakar-bakaran, dan meniup terompet. Itulah hal-hal yang selalu dilakukan setiap orang, khususnya di wilayah Jakarta. Tapi, jika kalian pernah menyaksikan acara Jakarta-Jakarta yang ada di Metrotv, pada tanggal 31 Desember 2010 lalu, kalian akan miris melihatnya.




Sepasang suami istri yang berprofesi sebagai penjual terompet kala malam pergantian tahun akan datang. Mereka menjajakan dagangannya itu di sekitar jalan Barito. Mereka telah menjadi penjual terompet sejak 40 tahun silam. Banyak suka duka yang mereka alami selama menjadi penjual terompet. Pasrah saat mereka harus diusir para penertib jalan, yang tidak seperti pada tahun sebelumnya.


Bahagia? Senang? Itulah yang mereka rasakan. Tidak peduli dengan kehingar bingaran malam pergantian tahun. Mereka hanya peduli bagaimana caranya agar mereka tetap dapat bertahan hidup dengan peluang yang ada.


Dengan membawa hasil yang ada, mereka kembali ketempat asal untuk kembali meneruskan hidup dengan kembali menjadi penjual mainan anak-anak.


Pesta kembang api? Terompet? Di setiap malam pergantian baru? Beruntung dan bersyukurlah bagi kalian yang masih dapat merayakannya dengan sebuah pesta yang meriah bersama keluarga dan kerabat





Jumat, 31 Desember 2010

Resolution in 2011

Posted by atinawinasti at 23.03 0 comments
Kalo ditanya soal resolusi, gue sebenernya agak sanksi buat nyebutinnya. Karena apa? Karena gue sebenernya termasuk orang yang menjalani hidup gue apa adanya, gak ngoyo kalo kata orang Jawa. Tapi kalo dipikir lagi, hidup tanpa tujuan apa enaknya ya? Oke, dari sini gue bakal  buat resolusi sederhana gue untuk tahun 2011 ini.

  1. Meningkatkan prestasi, walaupun perlahan-lahan. Kalo kata orang Jawa (lagi) "alon-alon asal kelakon"
  2. Bisa buat Momo bangga, karena suatu hal yang entah apa yang akan gue lakukan
  3. Memperkuat agama
  4. Lebih realistis dan sabar; gak muluk-muluk dalam menjalani hidup gue
  5. Emotional control; gak gampang meledak-ledak lagi.
  6. Get a more exciting experience
  7. Better friendships


sweet heart; you are my friends and you are my fat goat


Kamis, 30 Desember 2010

Good bye 2010

Posted by atinawinasti at 01.28 0 comments

Hemmm Desember? Bulan terakhir di setiap tahun. Bulan yang mungkin setiap orang tunggu untuk mendapatkan bonus akhir tahun (tentunya untuk yang sudah bekerja). Namun pernah gak sih kalian berpikir setiap menjelang akhir tahun seperti "apa aja ya yang udah gue lakuin di tahun ini?" atau "hal berguna apa ya yang udah gue lakuin?" ataupun pertanyaan-pertanyaan lain yang sering terlintas di pikiran kalian setiap meninggalkan tahun yang lama dan akan menyambut tahun yang baru.


Oke, tahu2010? Hanya melakukan kegiatan rutin seperti biasanya; bangun pagi, berangkat kesekolah, belajar, ngobrol, becanda-becanda sama temen (dheska dkk),  main kerumah temen (jupe), nemenin temen (dedew) ke ITC, les, ngerjain tugas, makan, nonton, tidur, smsan, online, cerita-cerita sama nyokap, dan hal lainnya yang kesannya gak ada gunanya gue dari taun ketahun.

Lalu, disisi lain apa aja ya hal berguna yang udah gue lakukan di tahun 2010 ini? Mmmm…. Tunggu, sepertinya tak ada hal yang berguna ataupun yang berarti yang gue lakukan di tahun ini. Oh! Mungkin melakukan perjalanan pulang kampung saat lebaran kemarin? Tapi…. Ah tidak juga kok, orang itu hal yang biasa dilakukan setiap orang. Kalau begitu, mungkin dengan memberikan birthday surprise party kepada beberapa teman dekat gue? Yayaya, mungkin itu adalah hal yang berarti buat gue maupun untuk teman dekat gue itu.  Dan… Ohya! Gue lupa kalau di tahun ini gue mendapatkan hape dan computer baru! Haha itu sangat sangatlah berarti buat gue.

Akan tetapi, jika terus mengingat semua kelakuan gue yang udah gue lakukan di tahun 2010 ini, semuanya terkesan biasa saja, datar, gak ada satupun peristiwa yang tetap membuat gue dan orang tua gue bangga sampai detik ini. Nilai rapor? Ya, mungkin itu hanyalah sebagian kecil kebahagiaan yang ada diri gue yang cukup dapat di banggakan. Namun, pada intinya belum ada satupun prestasi yang dapat gue banggakan kepada orang tua ataupun kepada orang sekitar gue.

Dengan penuh harapan, gue sangat berharap di tahun 2011 yang akan datang ini, semoga gue dapat menjadi manusia yang jauuuuhh lebih baik dari tahun 2010 yang akan segera berakhir ini.

 Mungkin terlalu cepat untuk mengatakan :

Happy New Year 2011

Rabu, 08 Desember 2010

4n4k L4y4n94n

Posted by atinawinasti at 16.51 0 comments




Apa pendapat kalian mengenai ANAK LAYANGAN atau yang lebih di kenal dengan sebutan ALAY? Tulisannya yang gEde kECiL atau tulisannya yang dipadukan dengan 4n9k4? Atau gayanya yang satu ini dalam berfoto?




Berfoto dengan gaya menyipitkan mata dan menggebungkan pipinya agar terlihat imut dan ditambah dengan pengambilan foto dari atas. Inikah yang kalian sebut ALAY? Atau ini cara berpakaiannya yang aneh? Dengan celana skinny-nya ataupun dengan gayanya yang terkesan seperti 'mas-mas' atau 'mbak-mbak' yang sebenarnya tidak sesuai dengan umur ataupun dengan situasi yang ada. Contoh seperti dalam mall ataupun tempat-tempat lainnya yang mengharuskan kita untuk berpakaian menarik, ya setidaknya berpakaian rapih (seperti dalam gambar)




Tidak sedikit dari kita, yang menganggap ANAK LAYANGAN sebagai anak marginal yang harus di jauhkan dan di bedakan dalam pertemanan? Namun apakah kalian tahu bahwa jika dilihat dari sisi lain, mereka menjadi ANAK ALAY karena pengaruh dari lingkungan sekitar mereka. Pengaruh karena lingkungan pergaulan mereka yang sudah terbiasa dan merasa nyaman dengan gayanya yang 'uniqe' itu. Tuntutan akan keterbatasan materi telah membuat mereka memilih gaya seperti itu. Andaikan saja materi tidak menjadi termometer utama dalam pergaulan, pastinya saat ini tidak akan ada istilah ANAK LAYANGAN ini.




Arti Pacaran

Posted by atinawinasti at 08.28 0 comments
Pacaran? Ya, pacaran. Arti pacaran yang sesungguhnya? Berbagi kasih sayang, berbagi cerita, saling memberikan perhatian, membayar makanan dan minuman yang kalian pesan atau membayar tiket theater yang kalian beli? Kalau cuman itu arti pacar, kalian pun bisa mendapatkan itu semua dari orang tua kalian, keluarga kalian. Namun, apakah bagi sebagian orang menganggap pacaran itu adalah melakukan hal-hal yang sudah jelas-jelas di larang oleh agama? Seperti berperlukan, berciuman, maupun melakukan hal-hal lain yang tidak semestinya dilakukan oleh pasangan yang belum memiliki surat nikah (ilegal).



Akan tetapi pada dasarnya, orang mengajukan kalimat 'mau gak kamu jadi pacar atau kekasih aku?' mungkin dengan maksud untuk mendapatkan orang yang bisa dia ajak berkeluh kesah ataupun agar dia bisa mendapatkan perhatian lebih dari orang yang dia sayangi. Di sisi lain, banyak orang yang menganggap bahwa dia memiliki pacar untuk di jadikan sebagai tempat dia untuk memenuhi hasrat seksualnya. Akan tetapi, jauh dari itu kenikmatan akan arti pacaran sungguh bagaikan sebuah candu bagi para remaja maupun orang dewasa. Bukankah begitu? :D

Selasa, 07 Desember 2010

Dua Sisi yang Berbeda

Posted by atinawinasti at 20.57 0 comments

Apa yang ada di pikiran kalian melihat gambar yang satu ini? Donatnya enak? Banyak duit? Cantik? Banyak yang suka? Hidup bahagia? Pengen kayak dia? Atau......liat dulu deh gambar selanjutnya


Naaaaahhh pikiran kalian pasti berubah lagi kan? Pasti banyak yang bilang 'yah ini mah anak gaul orang pake behel' atau gak 'ah anak orang kayak, wong bisa pake behel gitu, kan gak murah'. Tapi yuk kita perlengkap anggapan kalian dengan tambahan satu gambar lagi


Inikah yang akan kalian ucapkan? 'anjrit! ini beneran anak gaul. Anak jaman sekarang banget! Udah gayanya keren, pake behel, eeehh pake bb juga' atau malah ini? 'ah gila tajir dia, tongkrongannya cafe, pake behel, dan bbnya juga onyx! Hidupnya indah :('

Ya, gambar-gambar tersebut memang gambaran tentang trend anak 'jaman sekarang' yang bisa dikatakan mewah. How not? Mereka memakai behel yang harganya sekita 5 jutaan, membeli Blackberry yang harganya  sekitar 5 jutaan, dan pastinya bergaya dengan berbagai macam merk baju ternama. Coba kalian kalkulasiin berapa budget yang mereka keluarkan untuk mendapat label 'GUE ANAK GAUL'.
Namun mengesampingkan itu semua, coba kalian bandingkan dengan keadaan yang satu ini. Apa yang ada dipikiran kalian?




Mereka adalah anak-anak yang tidak seberuntung kalian. Mereka hidup dengan mengandalkan belas kasian orang lain. Mereka terpaksa bermain di jalanan dengan kepulan asap-asap knalpot dan bahaya-bahaya kecelakaan lalu lintas. Pasrah terhadap keadaan dan menuruti kemauan orang tuanya dengan meminta-minta di pinggir jalan agar tidak mendapat siksaan dari orang tuanya.

KEJAM!! Itu memang kata yang tepat untuk mengekspresikan kekejaman dalam hidup ini. Mereka yang beruntung seakan-akan tidak pernah peduli ataupun tidak mau tahu dengan mereka yang kurang beruntung. Memandang dengan sebelah mata tanpa mau mengulurkan tangannya untuk membantu sesamanya.
Coba kalian pikirkan, bagaimana jika budget yang kalian keluarkan untuk menunjang prestise kalian sebagai anak gaul, diberikan untuk mereka (anak jalanan) untuk dapat bersekolah dan hidup dengan layak? Tentunya kesenjangan di antara kita dan mereka tidak akan terlihat lagi. Mereka pun tidak akan menghantui kita dengan mengetuk2 jendela mobil kita dan nyanyian-nyanyian yang tidak jelas apa yang sedang mereka nyanyikan.

Keegosian kita untuk tidak membantu sesama sudah membuat kita sedikit jatuh miskin. Alahkah baiknya jika kita mulai membantu sesama dengan tidak bersikap angkuh jika mereka mulai 'melancarkan aksinya'. Hidup akan lebih terlihat serasi jika kita  mau hidup secara berdampingan tanpa membeda-bedakan antara si 'hitam' dan si 'putih'.
 

THE OTHER SIDE Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review